Pelatihan Ekspor untuk Koperasi dan UKM oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia

Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi KUMKM bidang ekspor melalui standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) di Padang, Sumbar. Katuju Indonesia menjadi salah satu UKM yang diundang untuk mengikuti pelatihan ini.

Katuju Indonesia’s Vice CEO “Yusel Pianti” bersama perwakilan UKM yang mengikutin pelatihan ekspor
Continue reading “Pelatihan Ekspor untuk Koperasi dan UKM oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia”

Katuju Indonesia dalam Akademi Instagram

Instagram menggandeng Kreavi sebagai partner kreatif mengadakan Akademi instagram. Acara ini diorganisir oleh Kompas TV dan didukung Oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia). Acara berlangsung pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 di ARUBA Room, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Akademi Instagram ditujukan untuk wirausaha muda indonesia yang ingin meningkatkan ketrampilan digital dalam meningkatkan bisnisnya.
Acara ini membagikan insight seputar industri kreatif, teknik pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, teknik beriklan di Instagram dan Facebook.

Katuju Indonesia’s Social Media Manager “Serly” bersama peserta Akademi Instagram lainnya
Continue reading “Katuju Indonesia dalam Akademi Instagram”

Selamat Datang Peserta, Panitia dan Dewan Juri DEUREUHAM 2019 Penjurian Kota Padang

Deureuham (Derap Ekrafpreneur Khasanah Mulia) merupakan kompetisi wirausaha syariah yang diprakasai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BNI Syariah. Penjurian dilakukan di 5 Kota Se-Indonesia yaitu Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, dan Makasar. Adapun kategori wirausaha yang berkompetisi mencakup kuliner, jasa kreasi digital, teknologi, kriya dan desain produk.

Dewan juri, panitia dan peserta Deureuham 2019 Kota Padang

Continue reading “Selamat Datang Peserta, Panitia dan Dewan Juri DEUREUHAM 2019 Penjurian Kota Padang”

Galeri: Katuju Indonesia ikut menyambut kunjungan Ibu-Ibu Kepala Daerah Se-Jawa Tengah ke Sumatera Barat

21 November lalu, Ibu-ibu Kepala Daerah Se-Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Sumatera Barat. Setelah mengunjungi berbagai tempat wisata di Sumatera Barat. Rangkaian ditutup dengan acara Malam temu ramah di Kontor Gubernur Sumatera Barat.

Katuju Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai salah satu produsen rendang di Sumatera Barat yang memiliki rasa otentik selera nusantara dengan kemasan praktis dan higienis. Sedikit kami ibgin berbagi momen Katuju Indonesia pada acara tersebut.

Katuju Indonesia ikut memeriahkan Pameran Trade Expo dan Pangan Nusa 2018

Katuju Indonesia bersama beberapa UMKM perwakilan Pemprov Sumatera Barat

Katuju Indonesia ikut serta dalam Pameran Pangan Nusa kembali hadir di Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang berlangsung dari tanggal 24  – 28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten. Bersama beberapa UMKM lainnya yang merupakan perwakilan dari Sumatera Barat.

Stand pameran Provinsi Sumatera Barat
Bersama pembeli

Katuju Indonesia mendapat kesempatan untuk memperkenalkan rendang Katuju kepada pengunjung, baik domestik maupun pengunjung mancanegara. Katuju Indonesia tidak hanya memperkenalkan makanan tradisional minangkabau namun juga budaya minangkabau itu sendiri.

Pameran Trade Expo dan Pangan Nusa 2018 diadakan oleh Kementerian Perdagangan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para penggiat usaha kuliner nusantara untuk mempromosikan produknya sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan menggaet calon pembeli skala besar. Acara ini menjadi wadah untuk mengembangkan dan meningkatkan geliat usaha mikro kecil dan menengah untuk merajai pasar dalam negeri hingga manca negara.

Berbagi Nikmatnya Rendang Katuju bersama Adik-Adik Mu’allaf, Yatim, dan Dhuafa di Sikakap, Kep. Mentawai

Idul Adha telah dua bulan berlalu kala itu. Berawal dari perbincangan tim Katuju dengan Tim dari LAZ Mitra Umat Madani tentang program dan kondisi terkini umat. Ternyata begitu banyak saudara-saudara kita yang butuh sentuhan kepedulian kita. Masih banyak saudara-saudara kita yang masih tetap bersyukur dalam keterbatasan.

Di ujung utara Kepulauan Mentawai, tepatnya di pulau Sikakap masih ada saudara-saudara kita yang jarang merasakan nikmatnya makan lezat, apalagi mengkonsumsi daging. Menu makan mereka didominasi dengan menu telur dan sesekali ikan. Tepatnya adik-adik kita mu’allaf, yatim dan dhuafa di Ponpes dan MAS Darul Ulum.

Cerita yang kami dapat dari teman-teman di LAZ Mitra Umat Madani menggerakkan teman-teman Katuju Indonesia untuk berbagi nikmatnya rendang hingga ke ujung negeri.

Penyerahan 20 Kg Rendang Katuju Varian Daging kepada LAZ Mitra Umat Madani untuk disalurkan kepada adik-adik di Ponpes dan MAS Mitra Umat Madani

November 2018, 20 Kg rendang daging Katuju dititipkan kepada teman-teman Mitra Umat Madani untuk dihantarkan langsung ke Sikakap, Mentawai. Dan masih dalam bulan yang sama, kami mendapatkan dokumentasi penyerahan rendang untuk adik-adik di Sikakap.

Alhamdulillah, maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang dapat engkau dustakan? kadang pinta kita masih lebih banyak daripada rasa kesyukuran kita. sedangkan disana ada saudara-saudara kita yang hidupnya terlihat lebih kurang nyaman dari kita, namun memiliki ketabahan hati dan rasa kesyukuran yang begitu besar.

Senyuman mengiringi penyerahan rendang Katuju untuk adik-adik di Ponpes dan MAS Darul Ulum

Ya Robb, semoga kami bisa lebih pandai bersyukur dan dapat memberikan manfaat pada sesama. Allahuma aamiin.

BALANJUANG Tradisi makan bersama yang semakin memudar

Balanjuang atau makan bersama merupakan tradisi yang sudah turun termurun sejak dahulunya di Ranah Minang.
Balanjuang tidak hanya sekedar sdatang untuk makan bersama. Ini dilakukan untuk mempererat tali persahabatan antar keluarga, kerabat dan atau teman dilingkungan tempat tinggal/sekolah/kantor. Waktu balanjuang biasanya diadakan jika berkumpulya hampir seluruh anggota keluarga. Hal ini dilakukan misalnya pada saat ada anggota keluarga yang menikah/baralek, pada bulan Syawal dimana sanak saudara dan kerabat dan ataupun teman dari berbagai daearah pulang mudik Lebaran. Dilingkungan tempat tinggal balanjuang dilakukan pada saat ada acara gotong-royong. Disekolah acara balanjuang dilakukan ketika ada acara perpisahan kelulusan siswa atau pindahnya guru. Dikantor momen ini biasanya dilakukan jika ada teman yang dapat promosi kenaikan jabatan atau akan pindah ke daerah lain.
Kegiatan balanjuang ini bisa diikuti oleh lintas usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua.Berbagai informasi perkembanagan keluarga, kerabat, dan atau teman disampaikan pada saat ini dengan hangatnya. Inilah yang membuat tradisi balanjuang masih ada sampai saat ini. Keakraban yang terjalin pada saat balanjuang membuat keterikan semakin baik dan dalam antara keluarga, kerabat, dan atau teman.
Acara balanjuang ini ada yang dimulai dengan masak bersama menu yang akan disajikan. Biasanya ini dilakaukan oleh para kaum hawa. Pekerjaannyapun ada pembagiannya, ada yang membeli bahan-bahan masakan,ada yang memasak dan ada yang menyiapkan tempat lokasi balanjuang. Bahkan ada balanjuang yang makanannnya disajikan di atas daun pisang.
Makanan yang disajikan mulai dari nasi putih dengan berbagai lauk pauk sederhana yang khas Minangkabau. Menu favorit yang selalu ada adalah jariang/jengkol, bisa berupa goreng jengkol balado merah/hijau atau gulai kalio jengkol. Lauk pauk lainnya ada ikan sapek(salah satu ikan asin), goreng terung balado dicampur ikan bada kering, samba lado tanak dan lain-lainnya. Dilengkapi dengan buah-buahan seperti pisang, semangka, dan lainnya.

Hasil gambar untuk balanjuangBalanjuang yang dilakukan anggota DPRD kota Padang bersama warga Komplek Kilau Permata(Maklumat news)

Semakin tingginya kemajuan teknologi sedikit banyaknya ada berdampak terhadap tradisi balanjuang. Salah satu dampak yang kurang baik dengan kecanggihan handphone terhadap tradisi balanjuang adalah dimana kita tidak hanya dapat bertegur sapa (telephone) tetapi juga bisa bertatap muka di udara (video call) dari tempat yang berjauhan dalam waktu bersamaan antara satu dengan yang lainnya.
Perkembangan jaman dengan dikuti oleh era globalisasi tentunya sesuatu yang tidak bisa dibendung. Di harapkan tradisi ini akan terus ada di Ranah Minang walaupun hari berganti minggu, minnggu bebrganti bulan bulan berganti tahun.

PENGGALANGAN DONASI RENDANG – Katuju Indonesia bersama ACT Sumbar untuk korban bencana Tsunami Selat Sunda

Tahun 2018 adalah tahun yang cukup memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Beberapa bencana alam besar terjadi pada tahun ini. Bencana alam  yang cukup banyak menelan korban jiwa yang telah terjadi antara lain Gempa bumi 6,1 SR(Selasa 23 Januari) di Lebak, Banten, Tanah Longsor(22 Februari) di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Gunung Sinabung Meletus(Jum’at 6 April) di Sumatera Utara, Gempa Bumi 7.0 SR(Minggu 5 Agustus) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gempa Bumi Palu Dan Donggala 6 SR dan berakibat Tsunami, Gunung Soputan Meletus(3 September) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Banjir dan Longsor Sumatera(Kamis dan Jumat 11-12 Oktober) di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dan baru baru ini Tsunami di Banten dan Lampung(21 Desember).

Tentunya sebagai rakyat Indonesia kita tidak hanya bersimpati atas kejadian ini tapi hendaknya kita juga berempati dengan ikut serta memberikan bantuan demi meringankan beban saudara saudara kita yg sedang mengalami kesulitan. Salah satu bentuk bantuan yang bisa kita kirimkan dan besar manfaatnya bagi para korban bencana ini berupa makanan. Makanan yang siap saji dan sehat dan tidak cepat basi jika disimpan dalam jangka waktu lama yaitu ‘rendang’. Rendang merupakan makanan yang sangat tepat diberikan untuk para korban bencana alam.

Katuju Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam memproduksi berbagai jenis rendang dengan cita rasa otentik, diolah dan diproduksi di tanah Minang. Rendang Katuju makanan siap saji yang praktis karena 1 potong daging dikemas persachet. Rendang merupakan makanan sehat  yang kaya akan protein dan vitamin.

Kerjasama Katuju Indonesia dengan ACT Sumbar untuk penggalangan dana

Katuju Indonesia bekerjasama dengan ACT(Aksi Cepat Tanggap) Sumatera Barat menggalang donasi untuk bantuan korban bencana alam Tsunami di Lampung dan Banten yang terjadi baru- baru ini (21 Desembar 2018). Jenis rendang yang akan didonasikan adalah Rendang Daging dan Rendang Tuna. Kami mengajak semua sahabat Katuju Indonesia yang ingin mengirimkan bantuan berupa rendang kepada saudara-saudara kita di Lampung dan Banten bisa langsung membuka website Katuju Indonesia di www.katuju.co.id/donation atau langsung menghubungi hotline Katuju Indonesia di nomor 0818 528858.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun niscaya dia akan melihat (balasannya) pula.”  (QS:Az-Zalzalah:7-8)

Baju Kuruang Basiba

Baju kurung atau disebut juga baju kuruang basiba adalah pakaian kaum wanita Minang sejak dahulunya. Pakaian ini merupakan pakaian Bundo Kanduang sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang. Keistimewaan baju ini antara lain longgar sehingga tidak membentuk lekuk tubuh, panjang hingga lutut, basiba, ada kikiek di ketiak, lengan panjang sampai ke pergelangan, basalendang (memakai selendang), penutup kepala, dan pakai kain sarung (sarung Jawa) hingga menutupi mata kaki. Baju ini juga dikenakan pada acara-acara adat seperti acara baralek/pernikahan, selamatan kelahiran anak, dan bahkan kematian anggota keluaraga. Adapun baju kuruang (kurung) untuk penganten banyak menggunakan warna merah, biru, coklat tua, dan ungu. Sekarang banyak pula muncul beludru dengan warna-warna baru seperti warna pink, oranye, dan sebagainya. Permukaan baju kurung ini ditaburi ragam hias dengan sulaman benang emas. Di pinggir lengan kiri dan kanan, serta pinggir baju bagian bawah diberi minsie. Minsia adalah jahitan tepi yang berbentuk melingkar dengan menggunakan benang emas. Hiasan ini sering pula menggunakan ragam hias khusus yang terbuat dari bahan logam yang berwarna keemasan dijahitkan ke baju.

Baju kurung bagi para wanita Minang memiliki banyak makna. Makna utama dari baju kurung adalah memiliki sifat sosial dan demokrasi dari pemakainya. sifat sosial dan demokrasi yang dimaksud adalah sifat sosial dan demokrasi yang sesuai dengan dalam aturan adat dan sesuai dengan semboyan “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Selain perempuan Minang ternyata baju kurung ini juga dikenakan di beberapa tanah Melayu di Indonesia, antara lain Pekanbaru, Tapanuli Selatan(Sumatra Utara), Jambi, Palembang, Kalimantan Utara,dan bahkan negara tetangga kita, Malaysia juga mengenakan baju basiba.
Hingga saat ini baju kuruang basiba masih membudaya di tanah Minang. Hal ini karna keinginan kuat Pemerintah Kota Padang untuk terus melestarikan baju kuruang basiba.Tidak hanya dikenakan dikalangan masyarakat umum khususnya para orang tua saja tetapi para remaja milenials Minang wajib memakai baju kuruang basiba satu kali dalam seminggu yaitu pada hari Jum’at disekolah. Hal ini bisa dilihat di kota Padang mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ini bisa terwujud atas kerjasama para Guru di hampir semua Sekolah di kota Padang dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Padang. Bahkan di kantor-kantor pemerintahan baju ini juga baju yang wajib dikenakan pada hari Jumat.

Hal ini menarik perhatian pihak Lembaga MURI(Museum Rekor Indonesia). Sehingga Pemerintah Kota Padang mendapat penghargaan yang diberikan pada tanggal 25 April 2017 dalam bidang pemakaian baju kurung terbanyak Se-Indonesia. Ini diberikan dalam satu rangkaian acara Festival Siti Nurbaya yang diadakan tanggal 13 April – 16 April 2017.

 

Penghargaan ini diterima oleh Wali Kota Padang Bapak H. Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo dari Bapak Triyono yang merupakan Manejer MURI.
Pada tahun berikutnya kembali Pemerintah Kota Padang menggelar acara besar yang berhubungan dengan baju kuraung basiba yaitu Lomba Baju Kurung Basiba dan Petatah-Petitih Minang, di Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 14 April 2018.
“Perlombaan ini untuk melestarikan adat dan budaya Minangkabau di Kota Padang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, Sabtu 14 April 2018.
Medi mengatakan, beragam adat dan kebudayaan di Ranah Minang harus diwariskan ke generasi muda. Termasuk dalam mengenakan baju adat Minangkabau.
Camat Padang Selatan Fuji Astomi mengatakan, perlombaan ini diikuti generasi muda perwakilan antar kelurahan se-Kecamatan Padang Selatan.
“Tujuan utama lomba ini tidak sekedar mencari yang terbaik saja, namun yang lebih penting adalah bagaimana adat dan budaya Minangkabau itu dapat dilestarikan bagi semua masyarakat khususnya generasi saat ini,” ujarnya.
Tomi mengatakan, baju kurung basiba merupakan busana khas Minangkabau. Generasi muda diharapkan terus mengenakan pakaian khas itu dalam pelbagai acara adat.
Sedangkan, petatah dan petitih, kata Tomi, merupakan cara berdialog masyarakat Minang dalam kegiatan adat. Banyak makna dari kata-kata dalam petatah petitih tersebut.

Selain di kota Padang, pakaian basiba ini juga masih di pertahankan di daerah Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat. Pakaian ini digunakan oleh para siswi hampir di semua sekolah-sekolah, pesantren, dan juga masyarakat umum kaum wanita. Tetapi pada kenyataannya baju basiba akhir-akhir ini identik dengan pakaian masyarakat Malaysia, bahkan pakaian ini sempat diklaim hak ciptanya oleh negeri jiran tersebut. Baju kurung basiba sampai di negeri tetangga berawal dari zaman pejuangan dahulu, banyak para pejuang Minang yang di asingkan oleh pemerintahan setempat karena ada beberapa ketidak patuhan rakyat pada aturan penjajahan, konon kabarnya saat itu kerajaan Pagaruyung mengutus beberapa alim ulama, cadiak pandai, dan pesuruh bundo kanduang untuk berpencar dan mendirikan satu kelompok pejuang nagari, dengan tujuan agar budaya Minang ini tidak punah .

Diharapkan dengan adanya berbagai kegiatan ini, baju kurung basiba tetap akan menjadi salah satu pilihan pakaian yang dipakai oleh wanita Minang. Selain itu, dengan adanya kegiatan semacam ini kebudayaan Minangkabau semakin dikenal dan dicintai tidak hanya oleh masyarakat Minangkabau saja tepapi juga Indonesia pada umumnya.

 

 

RENDANG SACHET – Plastik sachet aman gak sih???

Rendang Katuju melakukan inovasi agar rendang dapat dinikmati tanpa ribet. Maka hadirlah ide pengemasan rendang dengan konsep sachet. Konsep sachet yaitu 1 sachet 1 potong 1 kali makan. Selain mempermudah konsumen dalam mengkonsumsi rendang, hal ini berpengaruh dalam mempertahankan kondisi dan rasa rendang pada suhu normal tanpa pemanasan lagi.

Tulisan-tulisan diblog KATUJU banyak terinspirasi dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari konsumen tentang produk kami. Salah satu keunggulan Rendang KATUJU yaitu menyajikan kemasan Sachet per porsi. Nah, sahabat KATUJU banyak bertanya Sachet itu kan plastik, apa aman?

Continue reading “RENDANG SACHET – Plastik sachet aman gak sih???”